usaha

hmm,,kali ini aku mau cerita tentang usaha,,usaha apa ajaaaa,,
intinya adalah saat kita berusaha untuk maju atau untuk mewujudkan keinginan kita, yang terjadi adalah banyak hal yang menghalangi bahkan menghambat jalan kita, namun hal itu pasti akan terbayar jika kita berhasil dalam usaha kita. Saat berusaha, jangan pernah berdoa kepada Yang kuasa dan terus yakin dalam hati kalau kita pasti bisa melakukannya dengan baik sampai titik akhir.Itu adalah usaha yang sebenarnya.Banyak orang yang saat berusaha dab terus diberi ujian malah outus asa, bagi orang yang ada di sekitarnya, doronganlah yang harus diberkan agar orang tersebut bisa bangkit kembali…semangat kawand

dolphin

FotoEfek.com

FotoEfek.com Photo Effects

kasih sayang yang terlalu dalam

aku tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya, aku tak bisa mengatur ini, kenapa aku jadi merasa takut untuk sendiri?
dia telah mengubahku, dan membuat aku merasa aneh, aku terlalu sayang, hingga aku kadang merasa takut, kemana semua peganganku yang dulu, kenapa kau jadi rapuh seperti ini? aku bingung harus seperti apa sekarang, aku hanya bisa bertahan dengan sisa tenaga yang ku miliki agar aku dapat menerima segala apa yang akan ku terima nanti, aku harap apa yang ku miliki dapat membuat aku kuat kembali untuk merangkai kasih sayang bersamanya dengan perasaan bahagia lahir dan batin.

dolphin

salah lagi salah lagi

ya ampun kenapa pagi ini pikiran aku jadi begitu selow dan malahan jadi eror?????

salah lagi kan????

lakukan dengan hati

ketika kamu berada dalam kebingungan dan memerlukan sandaran, namun tak ada, maka langkahkan kakimu dengan hati, gerakkan kedua tanganmu dengan hati, ucapkan kata” dengan hati, berpikirlah juga dengan hati,,dengan begitu tak ada lagi kesalahan yang akan kau sesali, karena kau telah melakukannya dengan hati.
bahagialah teman jika kalian memiliki dua hati yang saling bertautan dan memiliki. yang saling menghargai dan mengerti. dua hati yang jadi satu merupakan kekuasaan Allah SWT yang begitu indah di dunia.
jadikanlah hati kalian menyatu

Renungan

Anda bisa memberi tanpa mengasihi, tetapi Anda tidak mungkin mengasihi tanpa memberi. Kasih sayang tidak akan mengambil bentuknya yang utuh sebagai kasih sayang jika ia hanya diperam sebagai perasaan atau niat di dalam hati. Kasih sayang adalah pemberi…an; meskipun tidak semua pemberian adalah kasih sayang. Jika kecintaan hati Anda adalah menjadikan diri Anda, keluarga, dan orang lain sebagai pengindah kehidupan – maka mudah bagi Anda untuk berlaku penuh kasih dalam pemeliharaan dan hubungan Anda dengan diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Memberilah, karena itu adalah cara untuk menjadikan kebaikan Anda sebuah kasih sayang yang mengindahkan kehidupan.

Note : Kutipan dari status Mario Teguh di facebook (saat mengunjungi Padang-Pariaman)

semoga bermanfaat

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia
pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid.
Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia? Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :


Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : “Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita”.
Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan
yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!
Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh.
Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.
Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh. Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda
yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia.
Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?” Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadits tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.
Keempat, albiatush sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang
yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.
Kelima, al malul halal, atau harta yang halal. Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
Keenam, Tafaqquh fid dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.
Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.
Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan
dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan
dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.


Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang)

penyesalan yang menghantui

hati ini selalu merasa kalu belum sempurna dalam menjalani kehidupan ini. begitu banyak kesalahan dan dosa yang telah ku perbuat. dan sekrang penyesalan akan dosa itu mulai menghantui aku dalam lelap maupun terjaga ku..bagaimana aku harus mengatur perasaanku?

aku ingin membuang jauh” pikiran ku tentang hal yang buruk, namun hati ini terlalu menyesal dan sulit untuk menata hati, apakah Allah masih membuka pintu maaf-Nya untukkua???astagfirullah

ketakutan yang terlalu dalam

apa yang bisa aku lakukan saat ketakutan datang kepadaku,,resah yang menjadi teman saat ini,,begitu takutnya aku terhadap kenyataan yang membuat aku terlalu amat menyesal. sungguh aku tak dapat menolak perasaan ini. Aku bukan orang yang suci, karena begitu banyak dosa yang telah aku perbuat selama aku hidup. Namun aku ingin memperbaikinya. Ya Allah, lindungi aku dari pikiran jelekku. ijinkan aku untuk dapat tersenyum dalam kehidupan dunia-Mu yang indah ini. aku terlalu takut dengan azab-Mu. Y Allah. ijinkan aku untuk dapat terus menjadi umat-u yang baik. Ya Allah, ijinkan aku selalu ada dalam bimbingan-Mu. Amiin

MagMyPic


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

« Entri lama